Skip navigation

Setiap kita adalah pemimpin.. Sekalipun hanya untuk diri kita sendiri.. Sekalipun hanya dengan memimpin keseluruhan mekanisme organ dalam tubuh.. Sekalipun hanya dengan memimipin lonjakan elektrik dalam otak kita.. Sekalipun hanya dengan berusaha memimpin hawa nafsu kita.. Setiap pemimpin akan dituntut untuk mengambil keputusan.. Dan setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan..

Hari ini, mungkin hal itu yang jadi distorsi dalam pikiran ane. Banyak sekali kejadian, yang seakan mengingatkan ane akan hal itu. Bahwa, setiap saat kita ini adalah pemimpin. Bahwa suatu saat kita dituntut untuk memimpin sesuatu yang lebih besar. Bahwa setiap saat kita akan diharapkan untuk membuat keputusan-keputusan terbaik. Keputusan-keputusan mudah. Keputusan-keputusan sulit. Keputusan-keputusan yang memiliki riak. Riak-riak keputusan..

Mulai dari sms dari calon istri ane, yang ngajak ane ikut buka bersama SMA. Agak males se benernya, soalnya selain sebenarnya ada buka bersama angkatan, ada tendensi buka bersama versi reuni ini ndak akan disertai acara sholat Tarawih bersama.

Oke.. memang si, sejauh yang ane tau, sholat tarawih berjamaah itu sunnah. Tapi ane toh gak ngerti apa malemnya ane bisa sholat di rumah. Dan yang lebih urgent mungkin, klo misal kejadian ini terjadi waktu ane dah nikah. Apa ane sebagai imam yang baik bisa memberi contoh yang baik bagi keluarga ane dan menolak permintaan istri ane. Apa kira2 akibat dari keputusan ane sekarang ke depannya ya? Misalnya calon istri ane itu akhirnya bener2 jadi istri ane..

Agak maleman dikit, ane gak sengaja nonton Today’s Dialogue di Metro TV. Yang dibahas adalah tentang pernyataan pak Wapres tentang kontrak LNG Tangguh yang dibuat bu Mega, waktu beliau jadi presiden. Bahwa itu adalah keputusan kontrak terjelek yang pernah terjadi bagi Indonesia. Dan bagaimana pihak Fraksi PDI-P berang atas pernyataan tersebut. Hahaha.. no.. ane gak akan bicara politik di tulisan ini..

Yang jadi pertanyaan sekarang, bagaimana kira-kira perasaan seorang Megawati Soekarnoputri ketika beliau melihat riak dari keputusannya itu. Oke, kalo riaknya berkesan baik dan membanggakan.. nah ini.. pakar2 dari ujung-ujung pun mengecam. Terlepas bahwa citra buruk adalah hal terakhir yang diinginkan oleh seorang politikus di musim kampanye. Sebagai seorang manusia saja, sebagai seorang pemimpin.. Bagaimana perasaan beliau kira2..

Agak maleman lagi, ada seorang adik kelas yang bertanya tentang pendapat ane tentang kondisi KMSI sekarang. Bahwa sepertinya KMSI sekarang disetir bener sama jurusan. Ane jadi mengingat2 kembali keputusan-keputusan yang sudah ane lakukan kepengurusan kemaren? Sudah cukup baikkah ane dalem membuat keputusan? Sepintas jawaban sudah nampak.. “enggak..” Karena kalo iya, artinya adik kelasq tadi gak mungkin tny seperti itu. Jika saja, ane sudah menancapkan sebuah tonggak kuat di masa lalu, si adik tadi gak mungkin merasa perlu tanya..

Yeah.. keputusan seringkali sulit untuk diambil. Kalo menurut SPK-SCM tipe keputusan ada yang terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak-terstruktur.. Whatever the type was.. kadang keputusan yang kita kira best-for-now tidak berarti best-for-the-future..

Formula ane sekarang, cari good-enough decision for now.. , langsung lakukan, tawakkal, dan tanggung-jawab atas keputusan itu.. Karena best decision itu cuman punya Allah. Semoga formula ane itu bener..

Iklan

8 Comments

    • Kiki Ahmadi
    • Posted September 16, 2008 at 5:34 am
    • Permalink

    so when the ripple becomes wave..

    thou shalt RIDE THE WAVE..

    hehehhehe

  1. Hmm… dalem dhi.. mantep bahasanmu.

    Formulamu kayaknya bener dech 😉

  2. No Comment lah.
    Numpang tambah back link ajah
    hehehehe

    peace.

  3. rumus cari good enough decisionnya gimana bos 🙂

  4. yang penting kita selalu bisa memandang kedepan suatu keputusan. pasti insyaAllah akan tepat..
    oia… JK kan jadi kabinetnya mega tuh hari, berarti dia ikut nyetujuin dong 😀 hehe

  5. blum ada posting baru nih?

  6. @kiki : keknya kiki ni memang percaya dirinya tinggi sekali ya? 🙂 ada yang setuju?
    @gyl : opone seng jeru.. iki lagi sedih..
    @cindy : yo.. mumpung lagi apikan iki..
    @setya : lheh.. untuk cari good enough decision mosok atek analitik bos, heuristic dong.. kayak biasanya elek2o pake rules of thumb.. 😀
    @arul : atas izin Allah, adalah hak kita untuk menjadi pengambil keputusan yang hebat..
    @arul 2 : iya, gimana ya mas, coba bayangin seorang yang perfeksionis dan males digabung jadi satu.. 😀 akhirnya kalo belum pny waktu yang panjang bwt nulis sampe perfect, gak nulis2.. hahaha..

  7. wakakakakakakakakakakakakakaka
    itulah keterbatasan pola pikir manusia,. qeqeqe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: